Rabu, 21 Oktober 2009

PERAHU DONGDANG


PERAHU DONGDANG, Merupakan perahu model yang di buat menyerupai bentuk aslinya yang di hias sedemikan rupa, Perahu dongdang ini di gunakan untuk membawa sesaji dan kepala Kerbau yang nantinya akan di bawa kelaut kemudian di ceburkan.

Senin, 19 Oktober 2009

PESTA LAUT KE 42










1. Latar Belakang

Istilah 'Ruatan Laut' atau “Pesta Laut” dan sering juga disebut Nadran Laut merupakan istilah yang sudah turun temurun dikenal dan dilaksanakan oleh masyarakat petani-nelayan di Desa Blanakan Kabupaten Subang Propinsi Jawa Barat.

Sebagaimana umumnya kebiasaan yang berlaku di kalangan masyarakat Nelayan di Jawa Barat, Ruatan Laut tidaklah terlepas dari unsur‑unsur ritual yang mengandung makna religius sebagai suatu permohonan akan keselamatan, kesuburan dan sekaligus sebagai suatu ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Pencipta.

Petani-nelayan sebagai masyarakat religius menyadari bahwa selama setahun bekerja dan mencari nafkah di tengah hamparan laut, menggantungkan seluruh kehidupannya kepada kemurahan alam sebagai anugerah Yang Maha Pemurah, dan sebagai ungkapan rasa syukur mereka merealisasikannya dalam kegiatan Syukuran Ruatan Laut yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali.

2. Visi dan Proyeksi Ruatan Laut

Syukuran Ruatan Laut mempunyai makna untuk melestarikan nilia-nilai luhur budaya Bangsa, yang selanjutnya diaplikasikan untuk lebih meningkatkan Ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan sebagai ajang berbagai lomba dan Prestasi, serta pemberian berbagai santunan disamping sebagai gelar informasi dan evaluasi berbagai kegiatan lainnya.

Menyadari akan besarnya makna dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan Syukuran Ruatan Laut dan dampaknya dalam kegiatan pariwisata daerah, maka Pemda Tingkat II Kabupaten Subang dan KUD Mandiri Inti Mina Fajar Sidik mempunyai visi dan proyeksi bahwa acara Syukuran Ruatan Laut dapat dijadikan sebagai “Subang Fair”.